Kisah Seseorang

Selamat Datang, Satu Tahun!

Tetiba, aku kembali membuka catatan sajak ini. Dengan segala kekuatan yang mengalirkan ingatan saya ke masa lampau. Masa aku berkenalan denganmu, masa yang rupanya hanya ilusi. Kamu berbahagia melihatku terpuruk kala itu? Setahun lalu, ketika kita berkenalan dulu. Selamat ya. Jika itu prestasi untukmu, semoga menjadi pencapaian yang memuaskan. Kali ini, aku bercerita lebih lega… Continue reading Selamat Datang, Satu Tahun!

Advertisements
Mahabbah Rindu

Alasan

Dulu, saat kita bersama, kita pernah mendebatkan kemana karir kita akan berjalan. Dimana bumi akan kita pijak. Berharap selalu bersama. Kamu tahu, aku begitu ingin ke luar daerah. Kamu, ingin tetap tinggal. Dan aku mulai mencoba mengubah keputusanku. Perlahan. Kamu tahu, susah untuk memantapkan hatiku untuk bersama denganmu di kota itu. Karena aku ingin keluar.… Continue reading Alasan

Mahabbah Rindu

Ragu

Mengetahui rencana usiamu untuk berlanjut ke jenjang selanjutnya, membuat saya ragu untuk menantikan bulan pertemuan kita. Mei. Kamu tahu, saya pernah berharap pada manusia. Akan apa-apa yang sekiranya indah ke depan. Namun, saya kecewa setelahnya. Dan saat kamu mengatakan bahwa sebenarnya tak ada rencana itu dalam prioritasmu, saya mulai tak berkespektasi banyak. Sungguh, kuasa Allah… Continue reading Ragu

Mahabbah Rindu

Impian dan Kamu

"Allah tak pernah tidur, Nak. Jika sekali Dia berkata Kun Fayakun, maka akan jadilah apapun yang mungkin saja tak engkau pikir bisa terjadi." Saya masih teringat bagaimana peristiwa itu terjadi. Sesaat setelah keluar dari meja interview dan derai air mata tanpa permisi. Terjawab sudah semua penantian. 16 Februari 2017. Derai air mata kali ini berbeda… Continue reading Impian dan Kamu

Mahabbah Rindu

Kuijinkan Engkau Berpoligami #7

"Mas. Adakah keluargamu yang berpoligami?" "Ada apa? Jangan serius gitu, ih, pertanyaannya." "Jawab saja. Saya hanya ingin tahu." "Tidak ada. Alhamdulillah. Bagi keluarga dan saya pribadi, adil dalam sebuah poligami sulit sekali, Dik. Tidak semudah 'katanya'. Namun, saya inshaAllah tidak ada niat untuk ke sana." "Jika saya memintanya?" "Dengan alasan apa?" "Bagi saya, lebih baik… Continue reading Kuijinkan Engkau Berpoligami #7

Mahabbah Rindu

Kali Ini, Tolong Libatkan Tuhan #6

Semenjak keputusan kami untuk lebih mengenal satu sama lain, saya lebih menjaga diri untuk menghubungi pria lain selain dirinya. Sebenarnya memang tak banyak pria yang menghubungi saya, hanya saja, terkadang mereka meminta informasi mengenai teman wanita, yang kebetulan berteman pula dengan saya. Semacam saya sebagai perantara bagi mereka untuk mengenal calon mereka. Sebatas itu. Pun, hingga… Continue reading Kali Ini, Tolong Libatkan Tuhan #6

Mahabbah Rindu

Putri dan Romonya #5

"Berputarlah agak jauh, ada yang ingin ananda ceritakan." "Ya, berceritalah. Akan Romo putar jalur lebih jauh dari biasanya." "Terimakasih. Jadi, apakah Ibunda telah menceritakannya pada Romo? Perihal seorang pria yang berniat serius dengan ananda?" "Ya. Telah ia ceritakan. Tapi, Romo ingin pula mendengarnya secara langsung." . "Jadi, kapan engkau putuskan untuk rencana itu?" "Secepatnya, Romo. Kalau… Continue reading Putri dan Romonya #5

Mahabbah Rindu

Jika Memang Engkau Pilihan Itu #4

"Tentang hal apa yang membuatmu ragu dengan permintaan menghalalkanku secepatnya?" "Aku ragu dengan finansial. Aku takut membuatmu hidup dalam kesederhanaan." "Aku tak mengapa. Resepsi bukan lagi hal yang perlu kamu pikirkan. Mahar, kuserahkan padamu. Dan kendaraan, kita masing-masing telah punya. Pekerjaan, kamu pun telah ada, meski aku tengah mencari. Papan, mungkin nanti kita bisa mengontrak… Continue reading Jika Memang Engkau Pilihan Itu #4

Mahabbah Rindu

Tentang Keraguan dan Keyakinan #3

"Saya ragu dengan perbedaan status sosial antara kita." "Di keluarga saya tidak ada yang namanya resepsi. Kami lebih memilih untum walimatul ursy." "Saya tidak terlalu membutuhkan pengakuan dunia maya tentang hubungan kita yang belum halal." . "Saya sejujurnya menginginkan status agama terlebih dahulu. Menghindari banyaknya dosa duniawi yang akan semakin menumpuk dengan status kita yang… Continue reading Tentang Keraguan dan Keyakinan #3

Mahabbah Rindu

Masa Kita #2

Akan ada masanya, seseorang dalam tahap ini. "Saya dan kamu cocok. Namun, kedatangan saya dalam keadaan kami terikat. Dan kedatanganmu kini, dalam keadaan saya sudah tak memiliki rasa lagi." "Saya pernah memiliki rasa padamu. Namun, saya tak berani mengungkapkannya. Menjagamu dari omongan kawan-kawan saya terhadapmu." "Saya pun bisa jadi begitu. Namun, kamu menghilang. Kamu angin.… Continue reading Masa Kita #2