Mahabbah Rindu

Tentang Keraguan dan Keyakinan #3

“Saya ragu dengan perbedaan status sosial antara kita.”

“Di keluarga saya tidak ada yang namanya resepsi. Kami lebih memilih untum walimatul ursy.”

“Saya tidak terlalu membutuhkan pengakuan dunia maya tentang hubungan kita yang belum halal.”

.

“Saya sejujurnya menginginkan status agama terlebih dahulu. Menghindari banyaknya dosa duniawi yang akan semakin menumpuk dengan status kita yang tidak halal. Saya hanya ingin menjadikannya ibadah. Setiap rasa rindu dan khawatir, inshaAllah adalah ibadah ketika kita telah halal secara agama.”

.

“Saya bersyukur mendengar itu.”

.

Dan jawaban atas doa-doa saya belum juga berujung pada sebuah keyakinan. Katanya, telah yakin dia padaku. Namun, belum pula keyakinanku muncul padanya. Hanya harap menuju kehalalan dengan ridha Allah. Hanya agamanya lah yang inshaAllah menuntunku mengapa aku mengiyakan proses perkenalan ini. InshaAllah.

Surabaya, 5 Februari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s