Mahabbah Rindu

Ragu

Mengetahui rencana usiamu untuk berlanjut ke jenjang selanjutnya, membuat saya ragu untuk menantikan bulan pertemuan kita. Mei.

Kamu tahu, saya pernah berharap pada manusia. Akan apa-apa yang sekiranya indah ke depan. Namun, saya kecewa setelahnya.

Dan saat kamu mengatakan bahwa sebenarnya tak ada rencana itu dalam prioritasmu, saya mulai tak berkespektasi banyak.

Sungguh, kuasa Allah akan memberikan jawabannya dan lebih membuat saya tenang daripada janji umatnya pada umat lainnya.

Kamu, jangan berjanji terlalu lama jika kiranya tak mungkin ditepati. 2 tahun itu terlalu lama, bagi sebuah hubungan yang tidak jelas.

Tanyakan Allah bagaimana baiknya. Saya tak berespektasi dalam janjimu. Kiranya, kita memang cuma bisa berikhtiar dan berdoa untuk saat ini.

Jangan kehilangan sabar. Untuk saya dan untukmu. Prioritas kita sepertinya berbeda. Itu tak salah. Tak mengapa.

Saya tak berekspektasi lebih sejak telepon pertamamu. Saya hanya sedang mengusahakan hal terbaik yang bisa dilakukan.

Takut? Jelas. Tapi, saya lebih takut akan Allah dan kematian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s