Mahabbah Rindu

Alasan

Dulu, saat kita bersama, kita pernah mendebatkan kemana karir kita akan berjalan. Dimana bumi akan kita pijak. Berharap selalu bersama.

Kamu tahu, aku begitu ingin ke luar daerah. Kamu, ingin tetap tinggal. Dan aku mulai mencoba mengubah keputusanku. Perlahan.

Kamu tahu, susah untuk memantapkan hatiku untuk bersama denganmu di kota itu. Karena aku ingin keluar. Dan ketika aku mengatakan padamu,

“Aku rasanya ingin tetap di sin. Telah nyaman dengan kota ini. Telah lumayan hafal dengan seisi kotanya.”

Kamu dengan santainya, berkata

“Kamu jangan terlalu berpikiran sempit lah. Kalau masalag jalan, kan bisa pakai ojek online. Kenyamanab, bisa dicari. Pikiranmu sempit sekali, kalau aku bilang.”

Kamu tahu, untuk pertama kalinya, ketika aku bertemu keluargamu, aku mendengar keinginanmu ke depannya. Kamu ingin pindah ke luar daerah. Kota yang ingin kutinggali dulu.

Aku sedikit heran denganmu. Aku baru tahu keputusanmu. Dan bagiku, yang seorang ambisius, mengubah kemantapan hati tak semudah membalikkan telapak tangan.

.

Sekarang, aku malah berterimakasih padamu. Mungkin, jika aku mengikutimu, aku tak yakin bisa menjadi diriku yang sebenarnya seperti sekarang ini.

Terimakasih telah melepasku. Walau bagaimanapun, kamu pernah menjadi bagian yang indah dalam perjalanan hidupku. Dulu sekali.

Kita kini telah menemukan pengganti masing-masing. Kamu dengannya, dan aku dengan yang lain pula. Aku harap, kamu serius menjalani hubunganmu sekarang. Sama seperti bagaimana aku serius menghubungi hubungan yang sekarang. Dengannya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s