Kisah Berantai

Paranoid (Part 2)

Abang mendatangiku dan mengantarkanku ke kamar. Dia mengantarkankuu sambil membawa kue lapis kesukaannku. Dia merangkul bahuku dan kutahu bahwa dia sangat ingin menjagaku. “Kamu kenapa?”, tanyanya lembut. “Aku takut kamu.” “Takut? Kita sudah 5 tahun bersama. Apa itu belum cukup untukmu mengenalku?” “Cukup.” “Lalu? Kamu tidak cerita karena aku bukan kakak kandungmu? Karena aku hanya… Continue reading Paranoid (Part 2)

Advertisements
Kisah Berantai

Paranoid (Part 1)

“Kamu. Ya, kamu! Kamu aneh!” “Kamu tidak pantas hidup!” “Bukan itu yang harus kamu kerjakan!” *** Masih kuingat bisikan-bisikan itu yang selalu kudengar tiap malam di samping ranjang tempat tidurku dan di setiap tempat yang kusinggahi. Aku tak tahu siapa mereka. Bahkan, aku tak pernah melihat sosok mereka secara nyata. Aku hanya bisa merasakan bahwa… Continue reading Paranoid (Part 1)

Kisah Berantai, The Story of Junet

Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 4]

Beberapa bulan lalu, sejak pertemuanku dengan Sinta dan akhirnya aku pacaran dengannya, kini usia pacaran kami telah 3 bulan. Bulan pertama, aku belikan ia jaket couple berwarna abu-abu. Cukup nguras tabungan juga, tapi nggak apalah berkorban demi cinta pertamaku. Di bulan kedua, aku hadiahi dia kalung berlambang kunci dan aku berlambang gembok. Masalah ongkos, bisa… Continue reading Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 4]

Kisah Berantai, The Story of Junet

Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 3]

Ini adalah hari ketujuh sejak aku berpacaran dengan Sinta. Yap, aku telah mendapatkannya di hari ulang tahunnya seminggu lalu. Aku akui dia memang berbeda. Tak salah aku memilihnya dan menjadikannya the one for me. Betapa beruntungnya diriku di bulan ini. Thank’s, God! Raditya : “Heh, Net! Kagak bilang, sih, kalo’ kamu baru jadian sama Sinta?!”… Continue reading Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 3]

Kisah Berantai, The Story of Junet

Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 2]

Wanita ayu itu ternyata SINTA!! Cewek idamanku sejak setahun lalu. Dan disinilah aku, di bus menuju SMK bersama pujaan hatiku. Ahihihihi.... Aku : “Sinta?” Sinta : “Eh, Junet! Naek bus yang sama juga, ni. Untung ada kamu, aku baru pertama kali naek bus ke sekolah.” Aku : “Hehe. Tenang aje, Neng. Abang selalu ngejagain kamu… Continue reading Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 2]

Kisah Berantai, The Story of Junet

Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 1]

Sampai hari ini, aku ngerasa kagak ada satupun cewek yang merhatiin aku lebih dari sekedar sahabat. Padahal, jujur aje dan bukan bermaksud kepedean juga, muka ane tuh rada’ mirip-mirip Justin Bieber versi Asia. Idungku kayak si Brad Pitt, mata item pekat seindah mata Selena Gomez, dan bibir seksi ala Daniel Radcliffe. Apa yang kurang, sih?… Continue reading Cintaku Mentok di Pom Bensin [part 1]

Kisah Berantai, The Story of Junet

Mengejar Engkong-Engkong [part 3: Selesai]

Perjalananku tetap berlanjut. Benar saja, ternyata ketampananku banyak memikat hati para cewek di Banyuwangi. Aduduhai, bohai tenan para wanita di daerah ujung Jawa ini. Sebagian dari wanita itu sempat melirik, kemudian tersenyum. Sebagian lagi tampak sangat memerhatikanku dan dilanjutkan dengan tawa. Tawa? Aneh! Apa ada yang salah dengan penampilanku? Sudahlah, mungkin auraku sangat memikat hati… Continue reading Mengejar Engkong-Engkong [part 3: Selesai]

Kisah Berantai, The Story of Junet

Mengejar Engkong-Engkong [part 2]

Baru semenit bus si Engkong meninggalkan halte. Kok kayaknya, halte jadi malah sunyi senyap dan kembali ke kejadian-kejadian yang membosankan seperti biasanya. Aku tengok sebentar panggonan di sampingku yang tadi di duduki oleh si Engkong. Rasanya, masih ada bau si Engkong yang rada’ kecut dan apek. Eh, ndelalah! Rejeki nomplok. Dompet sapa, tuh, yang mampir… Continue reading Mengejar Engkong-Engkong [part 2]

Kisah Berantai, The Story of Junet

Mengejar Engkong-Engkong [part 1]

Pagi itu, seperti biasanya aku berjalan menuju halte bus dekat rumahku. Memang, jaraknya tidak terlalu jauh, dapat dijangkau dengan beberapa menit saja dan itu terbukti tidak memerlukan tenaga kuda untuk sampai ke sana. Beberapa Ibu yang sedang menjemur pakaian di pekarangan rumah mereka, menyapaku dan beberapa anak yang berasal dari beberapa Ibu tadi juga ikutan… Continue reading Mengejar Engkong-Engkong [part 1]